Ayam Malaya Menteng: Kuliner Malam Legendaris Jakarta Pusat

Berawal dari teman yang lagi ngidam banget makan gohyong, akhirnya saya dan satu teman lainnya (yang juga belum pernah cobain gohyong) setuju buat makan di sana Jumat malam lalu. Kebetulan Menteng enggak begitu jauh dari kantor saya yang di daerah Thamrin, jadi kami memutuskan untuk santai aja berangkatnya dengan pakai taksi online. Kami berangkat sekitar jam 19.00 dan…ternyata jalan saat itu macet banget. Kayaknya karena ada debat final Cagub – Cawagub DKI Jakarta, jadi semuanya pengin cepat-cepat sampai rumah atau tempat nobar debat.

Akhirnya sampai di Menteng kurang lebih jam setengah 8. Ternyata tempat yang kami tuju ini berbeda dari yang biasanya tempat teman saya makan. Dia cuma komentar, “Eh, ini beda sama yang biasa gue sama si pacar. Yaudah, cobain aja, deh.” Hmmm…kok jadi enggak yakin, ya? Ya sudah, lah, soal rasa urusan nanti, yang penting cobain dulu makan gohyong yang ternyata legendaris itu.

Tempat yang kami kunjungi itu dikenal dengan nama Ayam Malaya Jalan Lombok. Di daerah Menteng ini memang banyak yang berjualan ayam malaya dan gohyong, tapi yang paling direkomendasikan itu yang di Jalan Lombok. Karena enggak ada papan nama dan tanda pengenalnya, jadi musti agak jeli buat mendapatkan tempat ini. Selain ada menu Ayam Malaya dan Gohyong, di sana juga ada nasi goreng, sate ayam dan kambing, dan roti bakar.

Ayam Malaya

img20170210201004

Sekilas Ayam Malaya ini kelihatan seperti ayam goreng tepung biasa. Kamu enggak salah, kok, ini memang ayam goreng tepung biasa. Bedanya, Ayam Malaya menggunakan ayam fillet atau ayam tanpa tulang. Ayam Malaya ini disajikan dengan saus asam manis yang rasanya asam manis seperti kuah fuyunghai, tetapi lebih encer dan berwarna cokelat. Untuk rasa makanan kaki lima, boleh dicoba, kok. Cuma saya enggak sempat nanya kenapa namanya Ayam Malaya dan bukan ayam goreng tepung saus asam manis. Hm. (4/5)

Gohyong

Gohyong Ayam Malaya Menteng

Nah, ini nih, makanan legendaris anak Jakarta yang bikin saya dan dua teman lainnya rela pulang kantor, nongkrong dulu di Menteng. Gohyong yang saya makan kali ini berbeda dari gohyong babi yang biasa saya makan di nasi campur Kenanga. Gohyong ini terbuat dari ayam cincang (curiga pakai udah juga) yang dibalur kulit dan telur, lalu digoreng. Disajikan dengan saus yang sama dengan saus Ayam Malaya, saus asam manis. Rasanya? Jujur, saya juga heran, kenapa gohyong yang bukan babi ini bisa enak banget. Rasanya gurih tapi bukan rasa MSG, enggak berminyak dan terasa pas aja buat makan malam sepulang kantor. (4,5/5)

Nasi Goreng Putih

nasi goreng putih ayam malaya

Sebagai pendamping lauk-pauk tadi, kami memesan Nasi Goreng Putih (yang tidak kelihatan putih di foto ini). Intinya nasi goreng ini dimasak tidak memakai kecap manis seperti nasi goreng pada umumnya. Sebagai orang yang tidak begitu suka kecap manis, this is my kind of fried rice. Sesampainya nasi goreng putih ini di meja kami, langsung kami mencoba nasi goreng yang direkomendasikan oleh sang empunya dagangan (tentunya setelah kami dokumentasikan lewat kamera, juga Insta Stories. He-he-he). “Shit, nasi gorengnya enak juga lagi. Duuuh!” seru teman saya yang berkata seakan nasi goreng enak itu adalah kutukan. Tapi memang benar, nasi goreng ini enak. Bumbunya sederhana, enggak berminyak, nasinya enggak lembek, dan lagi-lagi, gurih bukan karena gurih MSG. Nasi goreng putih ini isinya juga sederhana, yaitu telur, sosis, dan bakso ikan, disajikan dengan acar mentimun. Nikmat! Hmmm…kalau baca review orang-orang, lain kali harus coba Nasi Goreng Gila-nya, ah. (4/5)

Sate Ayam & Kambing

Sate ayam kambing ayam malaya menteng

Kayaknya ayam malaya, gohyong, dan nasi goreng belum cukup buat menjadi hidangan malam itu. Kami bertiga pun memutuskan memesan sate ayam dan kambing. He-he-he, maklum, perut sudah keburu lapar banget dan rasanya tanggung kalau enggak cobain satenya juga. Sama seperti hidangan sate pada umumnya, sate disajikan dengan bumbu kacang dan kecap, serta taburan bawang goreng. Meski potongan daging ayam dan kambingnya terbilang kecil, tapi empuk dan enggak bikin rahang pegal untuk mengunyah. Boleh, lah. (3,5/5)

Pengakuan dosa lainnya, empat pesanan kami itu tandas hanya dalam waktu 15 menit. Sepertinya roh lapar lagi merasuki kami bertiga saat itu. He-he-he. Total pengeluaran kami malam itu hanya Rp 115.000-an, sudah dengan minum, sehingga kami bertiga hanya mengeluarkan uang kurang lebih Rp 38.000. Cukup murah, kan, untung 3 lauk, nasi goreng, dan minum? Mungkin lain kali kalau ke sini lagi, saya akan tambah pesanan dengan roti bakar. Cukup menggoda. Hmmm…

Oh iya, karena Ayam Malaya Menteng ini terletak di pinggir jalan raya, jadi maklum saja kalau makan malammu mungkin agak terganggu dengan suara lalu lalang mobil yang lumayan ngebut. Tidak telalu ramai dan berdebu memang, tapi lumayan kalau ada mobil yang lewat. Tapi untungnya, makan malam kami Jumat itu tidak terganggu oleh pengamen. Dan di bawah ini adalah alamat lengkapnya. Selamat mencoba! 🙂

Ayam Malaya Menteng
Jl. Lombok No.44B, RT.3/RW.5, Gondangdia, Menteng, Kota Jakarta Pusat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s